Selasa, 23 Maret 2010

Nahan Marah Terancam Tewas

Jangan pernah nyuekin tekanan-tekanan yang kamu alamin. Soalnya kalo tekanan itu udah ”menggunung” di dalam hati, bisa jadi bakal nimbulin gangguan keesehatan yang sangat serius. Malahan bisa menyebabkan kematian. 

Bentuk tekan itu sendiri bisa seperti pekerjaan, sekolah, patah hati, atau mungkin kesal sama orang yang
sangat dekat dengan kamu. Mungkin secara nggak ada semacam kewajiban yang mesti dilakukan. Kewajiban inilah yang terkadang jadi tekanan buat kamu. Hala-hal seperti inilah yang mesti dijauhin, soalnya kematian yang disebabkan karena stres udah banyak terjadi.
             
Sebuah studi yang dilakukan para ahli stress dari Stress Research Institute, Stockholm, Swedia, ke 2000 lebih cowok workaholic, menunjukan hasil yang lumayan bikin kaget. Para pekerja yang menahan kecewa dan marahnya waktu mereka diperlakukan nggak adil di berbagai lingkungan termasuk di kantor, beresiko lima kali lebih tinggi kena serangan jantung. Malahan nggak sedikit yang tewas, dibanding mereka yang memilih mengekspresikan kemarahnnya.
             
Berdasarkan laporannya nih, semua itu tergantung faktor usia, perilaku beresiko, ekonomi, tegangnya seseorang, dan faktor biologisnya. Semua itu berhubungan erat antara cara menahan marah dan resiko serangan jantung atau kematian mendadak, karena detak jantung tiba-tiba berhenti.
            
 Kepribadian dan introvert (membiarkan masalah tanpa mengatakan apapun dan pergi menjauh) karena ulah teman, rekan kerja, atau bahkan bos, punya resiko dua sampai lima kali lebih besar kena serangan jantung dibanding mereka yang punya sifat frontal.
            
 Stres emang banyak macamnya dan jelas ada cara sendiri buat menghadapinya. Dan setiap orang mempunyai cara berbeda-beda untuk menghilangkan tekanan yang didapatnya. Cuma para peneliti nyaranin, kalo kamu ngadepin konflik secara terbuka (protes langsung. Bicara langsung, sampe berteriak langsung kepada orang yang bersangkutan), ternyata bisa ngurangin resiko kematian mendadak akibat mendapat tekanan.
Nah, sekarang semuanya tergantung kalian, mau memperpendek umur dengan sering nahan marah? Atau mau hidup normal dengan cara mengekspresikan apa yang kita rasakan? Kalo aku sih mending milih hidup normal aja deh, daripada ntar kalo lagi nahan marah trus tiba-tiba jantung berenti gimana, bisa gawat kan?

Site Statistic

  © Blogger template Webnolia by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP